Sekarang memang banyak sekali orang yang melakukan hal berbau plagiat, banyak yang mengakui hasil karya orang lain sebagai hasil karya milik sendiri, sepertinya orang sekarang memang tidak mempunyai rasa malu dan etika. Hanya untuk tujuan ekonomi ataupun popularitas mereka melakukan hal yang sebenarnya dapat membawa ke arah pidana. Tidak hanya tulisan saja yang jadi korban plagiat, sekarang banyak band-band, film, di Indonesia yang mengadopsi ide-ide atau konsep milik pengarang lain entah itu dalam ataupun luar negeri untuk digubah sedikit dan dipasarkan ke masyarakat. Apa memang orang sekarang ini banyak yang kehabisan ide untuk berkarya dengan usahanya sendiri tanpa menghargai orang lain padahal menurut saya tiap manusia memiliki potensi sendiri yang mungkin hasilnya akan lebih baik daripada meniru hasil orang lain, kalau pun hasilnya kurang memuaskan itu tidak apa karena akan mengasah kita untuk menghasilkan karya yang lebih baik. Tapi bukan hanya negeri kita saja yang melakukan, Negara serumpun kita, Malaysia pun juga pernah mengklaim berbagai bentuk tari-tarian dan karya adat bangsa ini. Apa karena satu rumpun bangsa, sehingga perilakunya juga tidak jauh berbeda? Hehe, saya rasa juga tidak karena pasti Negara-negara lain masyarakatnya juga ada yang jadi plagiator-plagiator contohnya saja kemarin ada berita petinggi di Jerman yang melakukan plagiarism lalu akhirnya ia pun lengser dari jabatan yang didudukinya dan walaupun sebelumnya ia menantang orang-orang yang menuduhnya berbuat plagiat namun akhirnya ia mengakui perbuatannya karena sudah terbukti melakukan hal tersebut. Sebenarnya inti dari seseorang untuk melakukan hal yang berbau jiplak-menjiplak hanyalah karena ia malas berbuat atau mengerjakan sesuatu sehingga ia memilih jalan yang cepat untuk merampungkan keperluannya, jadi kita sebagai bangsa yang sedang berkembang ke arah yang lebih baik kita harus memerangi rasa malas agar kita bisa menjadi bangsa besar yang tidak dipandang sebelah mata oleh bangsa lain, apalagi oleh Negara tetangga. Sekian….
Berdasarkan artikel yang saya baca Tolerance of Cheating : An Analysis Across Countries oleh Jan R. Magnus, Victor M. Polterovich, Dmitri L. Danilov, and Alexei V. Savvateev. Artikel ini menganalisis tentang toleransi kecurangan, yang dimaksudkan kecurangan disini adalah soal mencontek maupun kerjasama di saat ujian atau sebagainya. Dengan menggunakan 5 daerah sampel yaitu, Russia(Moscow), Russia(Provinsi), Israel, Belanda, dan USA, dan 3 tingkatan jenjang pendidikan (SMA, Perkuliahan, dan Sarjana), penulis mmbedakan Russia menjadi dua daerah karena kebiasaan di daerah kota besar dan kota kecil dimungkinkan tidak sama. Disimpulkan disini bahwa pelajar di Rusia lebih mentoleransi model kecurangan seperti ini dibandingkan pelajar dari daerah lain, terutama Amerika Serikat yang memang tidak menyukai para cheaters dan pelajar di Russia tidak menyukai orang yang membeberkan/ mengadukan tindakan kecurangan, namun di Amerika tindakan informan-informan seperti ini dianggap normal dan seharusnya dilakukan. Mengapa di Russia dan di Amerika toleransi mengenai tindakan ini berbeda? Karena memang ada berbagai faktor yang menjadikannya seperti ini, diantaranya ialah kebiasaan dari masyarakat, sistem pendidikan, dan efek-efek saling keterkaitan, yang dimaksudkan terkait disini misalnya jika dalam suatu ruangan kelas terdapat banyak pelajar yang melakukan kecurangan maka akan mengakibatkan yang lain juga tergiur untuk bekerja sama dengan yang lainnya, ini yang membuat mereka akan semakin toleransi mengenai kecurangan-kecurangan dalam bentuk kerjasama maupun mencontek pekerjaan teman. Lalu didalam artikel ini juga menjelaskan tentang korelasi antara cheating dan korupsi, semakin toleransi suatu daerah untuk mentolerir tindakan kecurangan maka akan semakin besar keinginan seseorang untuk melakukan tindakan korupsi karena ia sudah terbiasa melakukan kecurangan di saat menuntut ilmu, maka imbasnya di saat mendapatkan kesempatan besar untuk korupsi maka ia akan tergoda melakukannya. Lalu bagaimana dengan masyarakat yang tidak menyukai tindakan kecurangan seperti ini? Jawabnya ialah masyarakat atau pelajar di lingkungan tersebut dipenuhi orang-orang yang individulaistis, mereka hanya memikirkan diri sendiri dan tidak memperdulikan orang lain contohnya saja seperti orang yang mengadukan kecurangan ini pada guru atau pengawas, pengaduan ini dianggap hal yang biasa tanpa memiliki rasa kasihan pada orangnya. Dan sepertinya di Russia dengan di Indonesia juga tidak jauh berbeda, seperti pengalaman yang saya miliki di saat mengenyam kegiatan balajar. Di saat duduk di bangku Sekolah Dasar dulu, banyak teman atau mungkin juga saya sendiri tidak menyukai tindakan kecurangan seperti ini, jika kami melihat ada yang bekerjasama, seingat saya kami dulu langsung melaporkannya pada guru dan mencemooh pelakunya, hehe. Namun setelah memasuki jenjang lebih tinggi, toleransi mengenai tindakan kecurangan ini semakin besar, sifat yang dulu di masa Sekolah Dasar semakin kendur, banyak disekitar yang melakukan kecurangan-kecurangan yang mempengaruhi lainnya. Dan mungkin ini yang mengakibatkan praktek KKN di Indonesia rawan terjadi.
The Tielman Brothers adalah sebuah grup musik asal Indonesia. Mereka adalah anak dari Herman Tielman asal Kupang dan Flora Lorine Hess asal Semarang Musik mereka beraliran rock and roll, namun orang-orang di Belanda biasa menyebut musik mereka Indorock, sebuah perpaduan antara musik Indonesia dan Barat, dan memiliki akar di Keroncong. The Tielman Brothers adalah yang band Belanda-Indonesia pertama yang berhasil masuk internasional pada 1950-an. Mereka adalah salah satu perintis rock and roll di Belanda. Band ini cukup terkenal di Eropa, jauh sebelum The Beatles dan The Rolling Stones.
The Tielman Brothers pernah tampil di Istana Negara Jakarta dihadapan Presiden Soekarno. Karier rekaman mereka dimulai ketika keluarga Tielman pada tahun 1957 hijrah dan menetap di Breda, Belanda. Nama The Tielman Brothers lebih dikenal di Eropa, terutama Belanda. Di Indonesia sendiri, nama The Tielman Brothers masih menjadi nama yang asing, sebuah kenyataan yang sangat disayangkan.
Aksi panggung The Tielman Brothers yang atraktif
The Tielman Brothers dipercaya lebih dulu memperkenalkan musik beraliran rock sebelum The Beatles. Aksi panggung mereka dikenal selalu atraktif dan menghibur. Mereka tampil sambil melompat-lompat, berguling-guling, serta menampilkan permainan gitar, bass, dan drum yang menawan. Andy Tielman, sang frontman, bahkan dipercaya telah memopulerkan atraksi bermain gitar dengan gigi, di belakang kepala atau di belakang badan jauh sebelum Jimi Hendrix, Jimmy Page atau Ritchie Blackmore.
Andy Tielman dan seluruh keluarga asalnya dari Timor.Waktu mereka masih kecil nama band mereka The Timor Tielman Brothers. Perjalanan musik The Tielman Brothers dimulai di Surabaya pada tahun 1945, dimana empat kakak beradik laki-laki dan seorang adik perempuannya, Jane, sering tampil membawakan lagu-lagu dan tarian daerah. Kemampuan musik mereka diturunkan dari sang ayah, Herman Tielman, seorang kapten tentara KNIL, yang sering bermain musik bersama teman-temannya dirumahnya di Surabaya.
Berawal dari ketertarikan Ponthon untuk memainkan contrabass yang diikuti saudara-saudaranya yang lain. Reggy mempelajari banjo, Loulou mempelajari drum, dan Andy mempelajari gitar. Penampilan pertama mereka pada acara pesta di rumahnya membuat teman-teman ayahnya kagum dengan membawakan lagu-lagu sulit seperti Tiger Rag dan 12th Street Rag. Sejak saat itu mereka sering tampil di acara-acara pribadi di Surabaya. Tawaran tampil pun berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia. Sampai pada akhirnya pada tahun 1957 mereka sekeluarga memutuskan untuk hijrah ke Belanda.
Personil :
Andy Tielman – vokal, gitar
Reggy Tielman – gitar, banjo, vokal
Ponthon Tielman – contrabass, gitar, vokal
Loulou (Herman Lawrence) Tielman – drum, vokal
Jane (Janette Loraine) Tielman – vokal
Sumber : Wikipedia
Puisi Naratif
Kebebasan Negeri
Mata hati bertaruh nyali
Tlah terkorban tuk menggapai mimpi
Mimpi yang tlah lamanya terpendam dalam sunyi
Menunggu belenggu kebebasan tuk diraih
Takkan terkirakan berapa harga mati
Untuk membela negeri,
Demi ayah dan ibu pertiwi
Yang telah ternoda kelam
Menunggu untuk sinar datang…
Dan mimpi tak lagi khayalan
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!






